Translateツ

Translateツ

Minggu, 22 September 2013

POD

Pengertian, asumsi dasar, karakteristik, tujuan, dan pemikiran filosofis Pendidikan Orang Dewasa (POD)

PENGERTIAN
Andragogi berasal dari bahasa Yunani yaitu andr yang berarti “orang dewasa” dan agogos yang berarti “memimpin atau membimbing”. Andragogi sendiri terlahir setelah paedagogi, yang juga berasal dari bahasa Yunani, paed, yang berarti "anak". Alexander Kapp pada menyatakan bahwa andragogi merupakan proses pendidikan bagi seluruh orang dewasa cacad maupun tidak cacad secara berkelanjutan.

KARAKTERISTIK POD
pada kenyataannya, dewasa berbeda dengan pemuda, dan perbedaan ini ada implikasinya bagi pengajaran.
1. Orang Dewasa Telah Memiliki Lebih Banyak Pengalaman Hidup
2. Orang Dewasa Memiliki Motivasi yang Tinggi Untuk Belajar.
3. Orang Dewasa Telah Memiliki Banyak Peranan Dan Tanggung Jawab
4. Kurang Kepercayaan pada Kemampuan Diri untuk Belajar Kembali
5. Orang Dewasa lebih Beragam dari Para Pemuda
6. Makna Belajar bagi Orang Dewasa

BEBERAPA ASUMSI DASAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BELAJAR
Menurut Knowles, Merjan, dan Jervis, teori andragogi adalah teknologi keterlibatan ego, yang berarti bahwa keberhasilan dalam pembelajaran orang dewasa terletak pada keterlibatan ego mereka dalam proses pembelajarannya. Asumsi yang dijadikan landasan dimaksud adalah seperti berikut :
1. Konsep Diri
Beberapa implikasi dari asumsi konsep diri terhadap belajar bagi orang dewasa, diantaranya :
a. iklim belajar perlu diciptakan sesuai dengan keadaan orang dewasa, baik ruangan yang digunakan maupun peralatan.
b. Pebelajar diikutsertakan dalam mendiagnosa kebutuhan belajarnya.
c. Pebelajar dilibatkan dalam proses perencanaan belajarnya.
d. Dalam proses belajar mengajar merupakan tanggung jawab bersama antara pembelajar dan pebelajar.
e. Evaluasi belajar dalam proses belajar secara andragogi menekankan kepada evaluasi diri.
2. Pengalaman
a. orang dewasa merupakan pebelajar yang lebih kaya dibandingkan anak-anak.
b. Penekanan pada proses belajar pada aplikasi praktis.
c. Penekanan dalam proses belajar adalah belajar dari pengalaman
3. Kesiapan Untuk belajar
Hasil studi terakhir menunjukkan bahwa orang dewasa mempunyai masa kesiapan untuk belajar. Robert J.Havighurts (1953) membagi masa dewasa itu atas 3 fase yaitu (1). Masa dewasa awal umur antara 18-30 tahun; (2). Masa dewasa pertengahan umur antara 30-55 tahun; dan (3). Masa dewasa akhir berumur antara 55 tahun lebih.
4. Orientasi Terhadap Belajar
Implikasi adanya perbedaan dalam orientasi terhadap belajar antara orang dewasa dan orang dewasa adalah :
a. Para pendidik orang dewasa bukanlah berperan sebagai guru yang mengajarkan mata pelajaran tertentu, tetapi sebagai pemberi bantuan bagi orang yang belajar.
b. Kurikulum dalam pendidikan orang dewasa tidak berorientasikan kepada mata pelajaran tertentu, tetapi berorientasi pada masalah.
c. Oleh karena orang dewasa dalam belajar berorientasi kepada masalah maka pengalaman belajar yang dirancang berdasarkan pula masalah atau pelatihan yang ada pada benak mereka.

BEBERAPA ASUMSI BELAJAR
1. Orang dewasa dapat belajar
-Kemampuan belajar masih tetap ada sepanjang hidup .
2. Belajar adalah proses dari dalam
-Belajar merupakan proses dari dalam yang dikontrol langsung oleh peserta sendiri serta melibatkan dirinya, termasuk fungsi intelek, emosi, dan fisiknya.
3. Kondisi belajar dan prinsip-prinsip belajar
Adapun langkah-langkah yang bisa diterapkan antara lain:
1) Menciptakan iklim belajar yang cocok
2) Menciptakan struktur organisasi untuk perencanaan yang bersifat partisipatif
3) Mendiagnosis kebutuhan belajar
4) Merumuskan tujuan belajar
5) Melaksanakan kegiatan belajar
6) evaluasi

TUJUAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA
Menurut Houle (1972), ada enam orientasi yang dipegang oleh pendidik orang dewasa, yaitu :

1. Memusatkan pada tujuan.
2. Memenuhi kebutuhan dan minat.
3. Menyerupai sekolahan.
4. Menguatkan kepemimpinan.
5. Mengembangkan lembaga pendidikan orang dewasa.
6. Meningkatkan informalisasi.

PERTIMBANGAN FILOSOFIS PENDIDIKAN ORANG DEWASA
Hal ini dangat diperlukan untuk membimbing seseorang untuk mengetahui prinsip-prinsip apa yang harus atau yang akan dilakukan. Berpikir filosofis berdasarkan 2 pendekatan:
1. Pendekatan ilmiah
2. Pendekatan filosofis
Ada lima alasan yang dikemukakan untuk berpikir filosofis :
1. Perlu ada acuan pertanyaan apabila ingin menetapkan program yang akan datang.
2. Pendidik orang dewasa sering kali merasa bagian kecil dari suatu lembaga.
3. Pendidikan membutuhkan landasan untuk menilai keterkaitan antar persoalan/ masalah.
4. Pendidik perlu melihat keterkaitan antara pendidikan orang dewasa dengan aktivitas masyarakat
5. Suatu cara berpikir filosofis yang dikembangkan dengan pertanyaan mendasar


Daftar Pustaka :
1. Yusnadi, (200-). Andragogi, Pendidikan Orang Dewasa. Medan: Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.
2. Suprijanto,H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa; dari Teori hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara
.



Orang dewasa perlu tahu mengapa mereka perlu belajar
- Orang dewasa ingin dan berkecenderungan bertindak ke arah sendiri apabila mereka semakin matang walaupun ada masanya mereka bergantung pada orang lain.
Orang dewasa perlu belajar melalui pengalaman
- Pengalaman orang dewasa adalah sumber pembelajaran yang penting. Pembelajaran mereka lebih berkesan melalui teknik-teknik berasaskan pengalaman seperti perbincangan dan penyelesaian masalah.
Orang dewasa belajar berdasarkan pemusatan masalah
- Orang dewasa sedar keperluan pembelajaran secara khusus melalui masalah-masalah kehidupan sebenar. Oleh itu, program-program pendidikan dewasa sepatutnya dirancang mengikut keperluan hidup dan disusun mengikut kesediaan dan keupayaan untuk belajar.
Orang dewasa belajar dengan lebih berkesan apabila topik itu bernilai
- Orang dewasa belajar bersungguh-sungguh bagi menguasai suatu pengetahuan ataupun kemahiran bagi keperluan hidup. Oleh itu, pembelajaran orang dewasa adalah berpusatkan pencapaian. Kesungguhan orang dewasa menguasai suatu kemahiran ataupun pengetahuan adalah untuk keperluan hidup ataupun semasa. Model Andragogi Model andragogi dibentuk berdasarkan andaian-andaian di atas:
Keperluan bagi memenuhi rasa ingin tahu/ke arah sendiri
- Orang dewasa perlu tahu mengapa mereka perlu belajar, Tough (1979) mendapati apabila orang dewasa berkemampuan untuk belajar dan memperoleh faedah daripada pembelajarannya dan juga mengambil kira keburukan apabila tidak mempelajarinya. Peranan fasilitator di sini adalah untuk menyedarkan pelajar tentang keperluan untuk memenuhi rasa ingin tahu, ‘need to know’.
Keperluan menyempurnakan sendiri
- Orang dewasa mempunyai kesempurnaan sendiri dan mampu menilai sendiri keputusan dan menentukan hidup mereka sendiri, orang dewasa membangunkan keperluan psikologi mereka bagi mendapatkan perhatian dan penghargaan daripada orang lain.
Peranan pengalaman
- Orang dewasa memiliki berbagai pengalaman yang diperoleh dari zaman remaja. Pengalaman yang dimiliki ini berbeda-beda mengikut latar belakang, cara pembelajaran, keperluan, pencapaian dan minat. Kaedah pembelajaran yang sering digunakan adalah perbincangan kumpulan, penyelesaian masalah dan bertukar-tukar pengalaman.
Kesediaan belajar
- Orang dewasa bersedia untuk belajar perkara yang perlu diketahui dan dipelajari oleh mereka dan mengaitkan apa yang dipelajari dengan realiti kehidupan. Kesediaan belajar ini penting bagi membangunkan sendiri.
Orientasi pembelajaran
- Orang dewasa belajar berdasarkan berpusatkan kehidupan dan ia begitu berbeda dengan anak-anak yang tertumpu pada pelajaran atau berpusatkan subjek. Setiap perkara yang dipelajari adalah berkaitan dengan hidup mereka.
Peranan motivasi
- Orang dewasa mendapat motivasi daripada pendorong luaran (seperti kenaikan pangkat, gaji tinggi) tetapi pendorong dalaman adalah lebih berpengaruh (seperti kualiti kehidupan, penghargaan).
Tough (1979) mendapati orang dewasa sentiasa mendapat motivasi untuk pertumbuhan dan pembangunan diri tetapi motivasi ini sering kali gagal karena wujudnya konsep negatif pada diri pelajar, masa terhadap dan program yang disertai tidak menepati prinsip-prinsip pembelajaran dewasa.
Prinsip Andragogi Malcolm Knowles (1980)
  1. Orang dewasa perlu terlibat dalam merancang dan membuat taksiran semua kerja mereka. Pelajar mesti diberikan tujuan sejauh mana pencapaian tujuannya.
  2. Pengalaman adalah asas aktivitas pembelajaran. Menjadi tanggungjawab pelajar menerima pengalaman sebagai suatu yang bermakna.
  3. Pelajar lebih berminat mempelajari perkara-perkara yang berkaitan secara langsung dengan kerja dan kehidupan mereka.
  4. Pembelajaran adalah tertumpu pada masalah (problem-centered). Masalah memberi tenaga, arah dan menggalakkan daya belajar dan ia perlu dimotivasikan.
Gibb (1960)
  1. Pembelajaran adalah berdasarkan problem-centered.
  2. Pemusatan pengalaman menjadi asas pembelajaran.
Pengalaman yang dimiliki mesti bermakna kepada pelajar. Tujuan ditentukan oleh pelajar itu sendiri.
Miller (1904)
  1. Pelajar perlu diberikan motivasi bagi mengubah tingkah laku. Pelajar perlu sedar tingkah laku yang tidak diingini dan mempunyai gambaran jelas berkenaan dengan tingkah laku yang diingini.
  2. Pelajar mempunyai peluang mencuba tingkah laku yang baru.
  3. Pelajar memperoleh bahan-bahan pembelajaran yang bersesuai-an yang dapat membantunya.
Berdasarkan ringkasan prinsip-prinsip yang diberikan oleh beberapa tokoh di atas, dapat disimpulkan bahawa prinsip andragogi adalah:
  1. Pembelajaran adalah proses yang berterusan. Orang dewasa merasakan keperluan dalam berbagai bidang kemahiran dan pengalaman yang dimiliki adalah penting bagi masa depan mereka.
  2. Orang dewasa belajar dengan lebih baik apabila secara personelnya mereka terlibat dalam proses merancang, menilai dan melaksanakan persekitaran mereka tanpa mengganggu tahap keselamatan estim diri mereka.
  3. Orang dewasa memilih dan suka belajar bagi memudahkan mereka mengetahui tahap kebolehan dan kemahiran yang dimiliki dalam semua situasi pembelajaran.
  4. Orang dewasa belajar dengan baik apabila mereka mempunyai motivasi untuk berubah, self-discovered atau mempunyai kemahiran dan strategi spesifik.
Orang Dewasa sebagai Pelajar Menurut Knowles terdapat empat definisi dewasa yaitu:
  1. Daripada aspek biologi: Individu itu mencapai tahap dewasa apabila mencapai peringkat umur tertentu dan mampu melahirkan anak.
  2. Daripada aspek undang-undang: Individu itu dianggap dewasa apabila mencapai syarat yang tertakluk dalam undang-undang dan membolehkan dia terlibat dalam mengundi, memiliki lesen memandu dan berkahwin.
  3. Daripada aspek sosial: Individu itu dianggap dewasa apabila dia dapat memainkan peranan sebagai orang dewasa, bekerja sepenuh masa dan berumah tangga.
  4. Daripada aspek psikologi: Individu itu dianggap dewasa apabila dia mencapai tahap kesempurnaan sendiri di mana dia mampu menguruskan hidupnya sendiri.
Maka, individu itu dikatakan dewasa apabila dia sudah melalui zaman anak-anak dan remaja serta dipengaruhi oleh aktivitas sosial yang disertai semasa berada dalam alam persekolahan.
Self-concept dan self-directedness hanya diperoleh apabila individu itu menamatkan zaman persekolahannya, mempunyai kerja sepenuh masa dan berkeluarga. Berbanding dengan anak-anak dan remaja, orang dewasa mempunyai tujuan sebagai seorang pelajar.
Pembelajaran dewasa adalah bidang baru dan Knowles mempelopori bidang ini dan menguraikan beberapa kriteria pelajar dewasa:
Orang dewasa adalah bebas dan bertindak ke arah sendiri
- Orang dewasa perlu bebas untuk bertindak. Fasilitator perlu melibatkan pelajar dalam proses pembelajaran dan bertindak sebagai fasilitator semasa sesi pengajaran. Contohnya, fasilitator perlu mendapatkan pandangan dan idea pelajar berkenaan dengan topik yang diajar. Sebagai pemudah cara, fasilitator membimbing pelajar berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh pelajar itu sendiri.
Orang dewasa mempunyai pengalaman
- Orang dewasa berpengalaman dan berpengetahuan dalam hal-hal yang merangkumi aktivitas kerja, tanggungjawab dalam keluarga dan pendidikan masa lampau. Orang dewasa mengaitkan pembelajaran mereka dengan pengalaman yang dimiliki.
Orang dewasa mempunyai tujuan
- Sebelum menyertai kursus, orang dewasa tahu tujuan yang perlu dicapai. Fasilitator membantu pelajar mencapai tujuan mereka. Tujuan dan objektif kursus dibuat pada permulaan kursus.
Orang dewasa adalah berpusatkan objektif
- Orang dewasa tahu tujuan mereka belajar. Pembelajaran itu diaplikasikan dalam kerja dan memberi nilai kepada mereka. Oleh itu, penting bagi fasilitator mengenal pasti objektif pelajar sebelum kursus itu bermula.
Orang dewasa adalah praktikal
- Orang dewasa berminat dengan pengetahuan dan kemahiran yang memberi kebaikan pada dirinya. Oleh itu, fasilitator perlu menyatakan dengan jelas bagaimana pembelajaran itu berguna dalam kerjaya dan kehidupan mereka.
Orang dewasa perlu dihormati
- Fasilitator perlu menghargai pengalaman yang dimiliki oleh pelajar. Pelajar perlu diberi peluang sama rata untuk menyalurkan pendapat berkaitan dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.
Kesimpulan Andragogi atau pembelajaran dewasa adalah proses pembelajaran kontinyuitas dalam jangka masa panjang di mana melibatkan orang dewasa yang sudah matang daripada segi pemikiran. Walaupun berbagai definisi dilontarkan oleh pelopor-pelopor pembelajaran dewasa, namun mereka memberikan kesimpulan yang sama. Andragogi diaplikasikan dalam semua bentuk pembelajaran orang dewasa dengan meluaskan skop-skop latihan, pembangunan, pendidikan dan sebagainya.
Fungsi yang nyata dalam konsep andragogi adalah bertentangan dengan prinsip pedagogi. Ia berbeda karena pedagogi meluaskan pengaruhnya dalam pendidikan formal yang merangkumi pendidikan sekolah dasar, menengah dan institusi-institusi pendidikan tinggi.
Orang dewasa tidak lagi bergantung harap dengan orang lain karena mereka bertindak ke arah sendiri. Ia dianggap sepadan dengan pemikiran dan pengalaman yang dimiliki oleh orang dewasa. Pengalaman yang dimiliki oleh orang dewasa dianggap sebagai sumber pembelajaran yang penting dalam meningkatkan keupayaan orang dewasa dalam meneruskan proses pembelajaran.
Sources : http://101301050ftm.blogspot.com



ORIENTASI BELAJAR
 Pada dasarnya orientasi belajar anak adalah 
untuk memenuhi kebutuhan masa yang akan 
datang, sementara itu orang dewasa orientasi 
belajarnya adalah untuk memenuhi Kebutuhan 
saat ini 
KESIAPAN BELAJAR
 Kesiapan belajar anak ditentukan oleh 
kemasakan biologis, sementara itu 
kesiapan belajar orang dewasa 
ditentukan oleh peran sosialnya

Jumat, 06 September 2013

Just post

Lihat dirimu, dirimu begitu istimewa. Kau memang tidak tampan tapi kau kusuka. Senyummu, caramu menandangku, aku suka. Suka sekali.
Entah kau hanya mempermainkanku, entah kau hanya mengujiku, entah kau hanya ingin menyakitiku.