Awal aku
bertemu denganmu aku memandangmu hanya sebatas senior biasa, aku gak punya niat
sedikitpun untuk dekat denganmu. Dan sampai saatnya aku melihat namamu
dipertemanan facebook salah seorang
seniorku yang lain, yang sewaktu pertama kali kita bertemu kau
mempromosikannya, aku segera menambahkan facebookmu
ke pertemananku. Kau merespon permintaan pertemanan itu. Aku mengechatmu dan kau meresponnya juga. Kau
orang yang asyik. Kau bisa membuatku tertawa saat bersamamu. Kau seperti dia,
meski dia dan kau jelas berbeda. Aku belum berpikir jauh tentang perasaan ini.
Aku menganggapnya hal yang biasa. Saat kau meminta nomor handphone ku di facebook, kau mengesmsku. Hari demi hari kita
lewati, saling curhat, bercanda. Aku menikmatinya. Aku mulai menyukaimu. Tapi
aku segera menepis perasaan itu, aku masih dimiliki olehnya. Hubungan kami
memang sedang genting. Antara lanjut dan tidak. Kami takkan bisa bersama karena
sebuah perbedaan yang takkan terpecahkan itu. Aku mulai melupakan dia saat
bersamamu. Aku menyukaimu. Aku tak ingin melewatkanmu dalam hidupku tapi itulah
yang ku lakukan saat ini. Aku melewatkanmu. Memang aku bodoh, aku menyukaimu
tapi gak sabar untuk menunggu. Di satu sisi kau benar, semua terlalu cepat
untuk kita. Tapi inilah sekarang yang kita dapat, kita gak bisa bersama. Ini
kesalahanku. Aku bodoh. Aku mengabaikan kode darimu, jelas kau bertanya padaku
salah atau tidak jika kau berharap padaku.
Aku berpacaran
dengan lelaki lain yang bahkan sudah tidak ku sukai lagi saat ini. Entah kenapa
aku memilih lelaki itu untuk menggantikan dia dihidupku, kenapa bukan kau. Aku
ingin kau tapi aku memilih lelaki itu, aku bodoh. Bahkan lelaki itu tidak jauh
lebih baik dari dia. Aku bodoh, aku
labil. aku tau kau kecewa samaku, bahkan untuk menyukaiku lagi sulit untukmu.
Perasaan ini semakin muncul buatmu ketika kau sudah mulai menjauhiku. Aku sadar
ini kesalahanku, aku terlalu cepat mengambil keputusan. Bahkan aku sudah
menyakiti beberapa hati lelaki karena keputusanku, termasuk kau. Aku gak bisa memungkiri
hatiku, aku menyayangimu.
Hari ini aku
bertemu lagi denganmu setelah seminggu aku tak melihatmu. Kau menegurku. Aku
hanya bisa terdiam melihatmu, kau tau tidak saat itu aku salah tingkah. Aku
semakin menyukaimu. Temanmu menggodai kita. Kau tau tidak, aku malu tapi aku
senang karena aku memang menyukaimu. Aku gak tau kenapa aku bisa menyukaimu.
Aku hanya mencoba jujur dengan hatiku, aku ingin melihatmu setiap saat dikampus
kita. Mungkin ini keinginan bodoh. Aku selalu berandai-andai kalau kita bisa
bersama but sepertinya itu mustahil.
Yang kau tau aku dengan lelaki itu, padahal kemarin aku sudah memutuskannya.
Seandainya aku bisa memutar kembali waktu yang pernah ada, ku pastikan aku
takkan memilih lelaki itu. Aku akan memilihmu. Kesempatan itu mungkin takkan
datang dua kali. Tapi jika kesempatan itu datang lagi, aku takkan menyiakannya.
Aku ingin bersamamu walau mungkin kau sudah tak inginkan aku.
<3
Salam sayang buatmu dariku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar